Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Expedisi Pertama Boedopa

Beranjak kelas 2 SMA... pertemanan dan watak setiap siswa akhirnya saling tahu, sudah kenal satu sama lain mulai dari sifat,watak dan lain sebagainya.

Maka expedisi berikutnya sudah mulai ada peningkatan,mulai memilih jarak yang lebih jauh dari sebelumnya yaitu daerah purwakarta,penambahan member yang ikut.bertambah menjadi 6 orang dari yang sebelumnya hanya 2 orang,serta perlengkapan camp 

Perjalanan ke 2 ini berlokasi di daerah cijalu purwakarta.Kali ini kita menggunakan alat transportasi umum dengan kereta api.Karena lebih murah dan cepat.harga karcis pada tahun itu untuk sekali berangat sekitar 3000 rupiah.Mulai dari stasiun karawang sampai dengan stasiun Purwakarta.

Kita harus lebih awal datang ke lokasi stasiun.Pemberangkatan kali ini agak siang mulai dari jam 12 siang.Kereta sampai lokasi stasiun purwakarta sudah sampai jam 5 sore.

Kordinasi dari setiap member sudah berjalan cukup bagus dari sebelumnya...


Baca Juga : Kisah Pembentukan Boedopa

Perseteruan Dengan Calo Angkot

Sebelum kereta berhenti di stasiun purwakarta, biasanya para calo sudah pada naik ke atas gerbong kereta untuk mencari pelanggan yang ingin camp ke daerah cijalu.Para calo dan penumpang sempat tawar menawar harga yang di berikan.

Jika sepakat dengan harga yang di tawarkan maka kita akan di kasih arahan pada saat turun nanti.

Setiap calo langsung menawarkan jasa transport dari stasiun sampai lokasi curug.

Karena pada waktu itu saya tidak tahu permasalahnnya apa antara calo dan teman saya..

Saya mengetahuinya ketika sudah ada ngotot ngototan mereka berdua.

Sampai akhirnya teman yang satu ini (Abel) menjadi target amarah oleh  calo tersebut.

Terpaksa saya sembunyikan dari calo tersebut biar aman dan tidak terjadi hal yang memang tidak kita inginkan.

Perkenalan Teman dari Cikarang

Semenjak di kereta selain team boedopa ada banyak yang camp dari berbagai daerah.Ada dari jakarta,bekasi dan tetangga kota cikarang.

Selama di atas gerbong kita sudah mulai berkenalan dengan kelompok cikarang. ke lokasi bareng-bareng.Mulailah terjalin hubungan emosional yang sangat kental



Kelompok cewek

Sepanjang perjalanan menuju lokasi camp.Kami bertemu dengan banyak orang yang camp salah satunya adalah sekelompok orang yang mau camp dengan 1 orang cewek dan 2 orang laki-laki.

Pikiran Kita...Kok bisa ya...seorang cewek yang mau di ajak kamping dengan dua laki-laki.

Kenapa juga orang tuanya mengijinkannya..

Dan banyak pikiran aneh-aneh lainnya

Mereka camp tidak jauh dari lokasi dimana kita memasang tenda.Selama sore setelah pasang tenda pikiran kita tidak jauh ngomongin orang bertiga itu...

Bahkan sampai malam harinya kami terus memantau tenda mereka. 

Bahkan ada salah satu teman kita yang berkeinginan untuk mengintip ke bilik tenda.

Hanya sekedar pengin tahu apa yang mereka lakukan di dalam tenda. 

Perseteruan Sesama Teman

Karena suasana sudah gelap serta dingin saya berencana untuk membuat secangkir kopi dan teh untuk menghangatkan badan dan keadaan sekitar.

Eh... pas mau cari GULA ternyata.... gak ada 

Sampai pada panik,sempat menuduh dan bahkan beberapa teman menyalahkan saya.tidak membawa logistik Gula..

Maklum waktu itu sampai sekarang saya selalu di beri tanggung jawab dan di amanahi sebagai team logistik,perlengkapan dan EO.

Satu jam kami mencari keberadaan gula tersebut dan tidak membuahkan hasil...

sampai akhirnya seorang teman mengakui perbuatannya....

Bahwa gula tersebut dipinjam oleh orang cikarang.Namanya barang yang cepat habis mana ada kembali.

Di sebabkan gula akhirnya teman tersebut mendapat banyak kritikan dari teman-teman lain...mungkin sampai sekarang sejarah ini tidak bisa di lupakan....

Selama camp kita tidak sempat membuat air kopi ataupun air teh di karenakan tidak punya gula.



Belum selesai masalah gula...pas pulang pun masih ada perseteruan 

Masalahnya perbedaan pendapat mengenai waktu pulang.

Ada salah satu teman ingin pulang hari itu (pagi) dengan alasan ingin melakukan shalat jumat.

Beberapa teman ingin masih camp sehari lagi...

Saya beropini kalaupun kita pulang dari gunung pagi tetap saja sampainya di lokasi kota purwakarta akan siang...dan tidak bisa melaksanakan shalat jumat

Hasil poling di sepakati untuk pulang hari itu juga...

Benar saja ketika sampai di stasiun purwakarta ternyata kereta tidak ada yang pagi adanya siang jam 13.00

Salah satu orang menyarankan mau naik angkot...berangkatlah ke kota cari angkot.

Boro-boro naik angkot uang aja gak cukup...Maklum anak sekolah

Mau gak mau harus naik kereta siang hari (sesuai jadwal)



Baca Juga : Kisah Kasih Di sekolah

Selama menunggu jadwal kereta yang berangat ke lokasi karawang.Kita meneduh dulu disebuah pos polisi daerah purwakarta.

Bisa dilihat dari photo-photo di bawah,muka teman-teman sudah lelah dan ingin segera sampai rumah...

Sampai di rumah semenjak dari sana..Ada teman kita (Kharis) yang kena sakit cacar.

Mau tidak mau saya mecoba untuk menjenguknya ke rumah bagaimana keadaanya?



Baca juga : Petualangan Ke Gunung Puntang Bandung